Jayapura, Jayapura Post.Com – Pemerintah Provinsi Papua menggarisbawahi pentingnya data statistik, terutama data pengusaha Orang Asli Papua (OAP) dan jumlah penduduk OAP, menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, secara resmi meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memprioritaskan data ini.

Gubernur Fakhiri menekankan bahwa hasil sensus ekonomi akan menjadi dasar perencanaan pembangunan di Papua. Sensus ini akan sangat membantu dalam mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di Tanah Papua.

BPS Provinsi Papua, melalui kepala Adriana Helena Carolina, SE, M.M, menyatakan bahwa data sensus akan digunakan untuk melihat secara menyeluruh struktur ekonomi daerah dan merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, terutama dalam memberikan bantuan dan penguatan kepada UMKM dan pengusaha OAP.

Sensus ekonomi Papua 2026 dijadwalkan dimulai pada Mei 2026 dan melibatkan pengumpulan data tentang UMKM dan perusahaan sebelum memasuki tahap utama. Gubernur Fakhiri juga akan membantu kelancaran pelaksanaan sensus dengan menerbitkan surat edaran kepada seluruh bupati dan wali kota, serta pelaku usaha dan pengusaha di Papua untuk mendukung dan berpartisipasi aktif.