PapuaInsight – Kantor Komisaris Polisi Kepolisian Kerajaan Papua Nugini, Kantor Komandan Polisi Provinsi Enga, dan Pemerintah Provinsi Enga telah menerima petisi terkait dugaan pembunuhan warga sipil di Lembah Tsak pada 2 Januari 2026.

Petisi tersebut menuntut pembentukan komisi investigasi independen untuk menyelidiki kematian dan luka-luka yang diderita warga sipil akibat operasi intelijen tingkat tinggi oleh anggota Kumul 23.

Tujuh tuntutan utama dalam petisi tersebut meliputi: pembentukan komisi investigasi, investigasi segera oleh Divisi Investigasi Kriminal, keterlibatan CID untuk otopsi, investigasi terhadap petugas yang terlibat, kompensasi sebesar K6,3 juta untuk para korban, pembebasan dua tahanan, dan biaya pemulangan jenazah.

Setelah operasi tersebut, polisi menyatakan tujuan operasi adalah untuk menangkap tersangka dengan senjata api buatan pabrik. Namun, warga setempat mengklaim operasi tersebut tidak sesuai dengan zona bebas masalah dan menudingnya sebagai serangan yang tidak beralasan.

Pemerintah dan Perdana Menteri Papua Nugini telah memberikan respons yang berbeda, dengan menekankan pentingnya intelijen dan keamanan nasional, serta perlunya kerja sama dari masyarakat.

Kategori: Konflik Sipil, Papua Nugini, Keamanan