Jayapura, PapuaPost.Com – Ponijan, SE, seorang kader PDI Perjuangan yang dikenal aktif, secara resmi mengundurkan diri dari partai tersebut. Keputusan ini diambil setelah ia tidak termasuk dalam struktur kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura periode 2025-2030.

Berdasarkan informasi, Ponijan dianggap sebagai pesaing kuat dalam proses penjaringan calon Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura. Hal ini memicu ketidakpuasan dan akhirnya mendorongnya serta istrinya untuk mundur dari partai.

Istrinya, yang saat ini menjabat sebagai pengurus PAC PDI Perjuangan Muara Tami, juga turut mundur bersamaan.

Prosedur pengunduran diri Ponijan telah dilakukan secara tertulis dengan menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI Perjuangan. Undurnya terjadi pada tanggal 22 Desember 2025, atau dua hari setelah Konferensi Daerah (Konferda) dan Konfercab PDI Perjuangan di Jayapura.

DPC maupun DPD PDI Perjuangan belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan penolakan Ponijan dalam penjaringan tersebut.